Strategi Besar BRI Perkuat UMKM, KUR Tembus Rp178,78 Triliun dan KPR Subsidi 2025 Melonjak Tajam

Jumat, 27 Februari 2026 | 10:00:54 WIB
Strategi Besar BRI Perkuat UMKM, KUR Tembus Rp178,78 Triliun dan KPR Subsidi 2025 Melonjak Tajam

JAKARTA - Langkah transformasi sektor keuangan nasional kembali ditegaskan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI melalui penguatan berbagai lini strategis sepanjang 2025. Fokus utama diarahkan pada pengembangan UMKM, pembiayaan perumahan subsidi, serta dukungan terhadap program bantuan sosial pemerintah.

Di tengah dinamika ekonomi yang terus bergerak, perseroan memilih mempertegas perannya sebagai lembaga intermediasi yang mendorong sektor produktif. Pendekatan ini dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan bahwa komitmen tersebut bukan sekadar strategi bisnis semata. Ia menyampaikan bahwa konsistensi menjalankan fungsi intermediasi tetap menjadi prioritas utama perusahaan.

"Untuk mendorong dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia, BRI juga mengambil peran strategis untuk mendukung pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah," kata Hery dalam konferensi pers kinerja keuangan Triwulan IV 2025, Kamis, 26 Februari 2026. Pernyataan tersebut menegaskan posisi BRI sebagai mitra utama pemerintah dalam menjalankan agenda pembangunan ekonomi.

Penyaluran KUR Capai Rp178,78 Triliun Sepanjang 2025

Sepanjang tahun 2025, BRI membukukan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dalam skala besar. Total pembiayaan yang digelontorkan mencapai Rp178,78 triliun dan menjangkau sekitar 3,8 juta debitur di seluruh Indonesia.

Angka tersebut menunjukkan tingginya komitmen BRI dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Skema KUR terus menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kapasitas produksi serta daya saing UMKM nasional.

Dari total penyaluran tersebut, sektor pertanian tercatat sebagai kontributor terbesar. Pembiayaan yang mengalir ke sektor pangan dan agribisnis mencapai Rp80,09 triliun atau setara dengan 44,97 persen dari keseluruhan KUR yang disalurkan.

Dominasi sektor pertanian dalam portofolio KUR menegaskan keberpihakan BRI pada ketahanan pangan nasional. Peran ini sekaligus memperkuat ekonomi riil, khususnya di wilayah pedesaan yang menjadi pusat aktivitas agribisnis.

Keberhasilan penyaluran KUR dalam jumlah besar juga memperlihatkan efektivitas strategi distribusi pembiayaan BRI. Jangkauan yang luas membuat pelaku usaha kecil di berbagai daerah memperoleh akses permodalan yang lebih inklusif.

Dengan penetrasi yang semakin dalam, KUR menjadi motor penggerak aktivitas ekonomi produktif. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh debitur secara langsung, tetapi juga oleh ekosistem usaha di sekitarnya.

KPR Subsidi dan FLPP Dorong Akses Hunian Masyarakat

Selain fokus pada pembiayaan usaha, BRI juga menunjukkan kinerja signifikan di sektor perumahan. Melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), perusahaan memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Hingga penutupan tahun 2025, BRI telah menyalurkan KPR subsidi senilai Rp16,6 triliun. Program tersebut menjangkau lebih dari 18.000 penerima manfaat di berbagai daerah.

Penyaluran FLPP menjadi bagian dari komitmen mendukung program perumahan nasional. Skema ini membantu masyarakat memperoleh hunian layak dengan pembiayaan yang lebih terjangkau.

Kinerja di sektor properti tersebut memperlihatkan diversifikasi portofolio pembiayaan BRI. Perusahaan tidak hanya bertumpu pada kredit produktif, tetapi juga memperkuat pembiayaan konsumtif yang berdampak sosial luas.

Memasuki tahun 2026, BRI memasang target lebih agresif untuk sektor properti. FLPP diproyeksikan mampu menyalurkan pembiayaan hingga 60.000 unit rumah sepanjang tahun berjalan.

Target tersebut mencerminkan optimisme manajemen terhadap pertumbuhan permintaan hunian subsidi. Selain itu, langkah ini diharapkan turut mendorong sektor konstruksi dan industri pendukung lainnya.

Dukungan Koperasi dan Bantuan Sosial Non-Tunai

Tidak berhenti pada pembiayaan UMKM dan perumahan, BRI juga aktif mendukung penguatan koperasi desa. Keterlibatan perseroan terlihat dalam program Koperasi Desa Merah Putih yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.

Peran tersebut memperluas kontribusi BRI dalam membangun ekonomi berbasis komunitas. Koperasi dipandang sebagai pilar penting dalam menciptakan distribusi kesejahteraan yang lebih merata.

Selain itu, BRI tetap konsisten menjadi mitra pemerintah dalam penyaluran bantuan sosial non-tunai. Termasuk di dalamnya program sembako yang menyasar masyarakat yang membutuhkan.

Penyaluran bantuan sosial melalui sistem perbankan meningkatkan transparansi dan akurasi distribusi. Mekanisme ini juga memperkuat literasi serta inklusi keuangan masyarakat penerima manfaat.

Kolaborasi antara pembiayaan produktif dan dukungan sosial menciptakan efek berganda terhadap perekonomian. Sektor usaha bergerak, sementara daya beli masyarakat tetap terjaga.

Optimisme Akselerasi Ekonomi Nasional

Kombinasi antara penguatan UMKM, pembiayaan perumahan subsidi, dan dukungan bantuan sosial memperlihatkan strategi terpadu BRI. Pendekatan tersebut dirancang untuk menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

BRI menempatkan diri sebagai institusi yang tidak hanya mengejar kinerja keuangan. Perusahaan juga berupaya memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui pembiayaan yang tepat sasaran.

Dengan realisasi KUR yang masif serta ekspansi FLPP yang agresif, BRI optimis mampu menjaga momentum pertumbuhan. Dukungan terhadap koperasi dan bantuan sosial semakin mempertegas posisi perseroan sebagai tulang punggung ekonomi rakyat.

Langkah strategis tersebut diyakini mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke level yang lebih tinggi. Sinergi antara sektor produktif dan program kesejahteraan sosial menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan.

Ke depan, konsistensi dan ketepatan strategi akan menentukan keberlanjutan kinerja BRI. Dengan fondasi kuat yang telah dibangun sepanjang 2025, perseroan berada pada jalur yang optimistis untuk terus bertumbuh bersama perekonomian nasional.

Terkini